Masalah Teridentifikasi
6 isu · Masalah → Riset → Solusi → Program — setiap isu bisa dilacak sampai program operasional
Rendahnya Adopsi Digital UMKM
Lebih dari separuh UMKM Batam belum punya kehadiran digital terstruktur — bukan karena enggan, melainkan literasi dan biaya awal yang menahan langkah pertama.
Lihat indikator →Kekurangan Tenaga Kerja Terampil Manufaktur
Kebutuhan vokasi industri naik 23% sementara lulusan SMK dan politeknik belum sepenuhnya selaras dengan mesin dan proses di lantai pabrik FTZ.
Lihat indikator →Kompleksitas Perizinan 16 Sektor PTSP BP Batam
Pelimpahan PP 25 & 28 Tahun 2025 membuka 2.400+ jenis izin di PTSP BP Batam — tapi UMKM sering bingung kanal OSS, IBOSS, dan kewenangan Pemko vs BP di kawasan KPBPB.
Lihat indikator →Tantangan UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
Industri multinasional FTZ Batam berkembang pesat, tetapi UMKM lokal belum memenuhi standar kualitas dan kapasitas produksi yang diminta vendor registration perusahaan besar.
Lihat indikator →Keterlambatan Omnichannel UMKM Perdagangan
UMKM ritel dan kuliner Batam masih mengandalkan offline — channel digital ada tapi belum terintegrasi dengan operasional harian dan distribusi regional.
Lihat indikator →Biaya Logistik Ekspor UMKM Tinggi
Waktu tempuh dan biaya dokumen kepabeanan jadi hambatan nyata UMKM yang ingin mengekspor lewat FTZ Batam — bukan sekadar isu regulasi di atas kertas.
Lihat indikator →Gabung jaringan bisnis Batam
Daftar anggota KADIN untuk akses riset, program, dan fasilitasi perizinan KPBPB.